Mousse cokelat yang kaya rasa, bertekstur lembut, halus, dan ringan. Dalam resep ini, telur dan gula dikocok di atas penangas air hingga mengembang dan matang menjadi Sabayon, kemudian dipadukan dengan cokelat leleh dan krim kocok.
Teknik ini menggantikan penggunaan kuning telur mentah maupun putih telur mentah yang dikocok. Takaran bahan disesuaikan agar menghasilkan mousse yang lebih creamy dengan struktur yang lembut.
Death By Chocolate (Indonesian Version)
Recipe by Sandra DjohanServings
6
servingsPrep time
25
minutesCooking time
15
minutesCook Mode
Keep the screen of your device on
Ingredients
- Untuk campuran cokelat
190 g cokelat hitam dengan kandungan kakao 65–70%, cincang halus
15 g mentega tawar, potong kecil
Sejumput garam halus
- Untuk sabayon
2 butir telur utuh ukuran besar, sekitar 100 g tanpa cangkang
3 kuning telur ukuran besar, sekitar 50–55 g
55 g gula kastor atau gula pasir berbutir halus
30 ml air
1 sendok teh ekstrak vanila
- Untuk krim kocok
250 ml whipping cream cair dingin, dengan kandungan lemak 35–40%
- Untuk hiasan, opsional
Krim kocok secukupnya
Serutan cokelat hitam
Raspberry segar
- Peralatan
Timbangan dapur
Termometer dapur digital
Mangkuk tahan panas
Panci kecil
Mikser tangan atau pengocok kawat
Spatula silikon
6 gelas dessert atau ramekin kecil
Directions
- Siapkan bahan dan peralatan
Timbang seluruh bahan sebelum mulai memasak agar proses pencampuran dapat dilakukan dengan lancar.
Susun enam gelas dessert di atas nampan supaya mudah dipindahkan ke dalam lemari es.
Isi panci dengan air setinggi sekitar 3 cm. Pilih mangkuk tahan panas yang dapat diletakkan dengan stabil di atas panci. Dasar mangkuk tidak boleh menyentuh permukaan air.
Panaskan air hingga mendidih perlahan, kemudian kecilkan api. Gunakan uap panas yang lembut, bukan air yang mendidih bergolak. - Lelehkan cokelat dan mentega
Masukkan cokelat cincang, mentega, dan garam ke dalam mangkuk tahan panas yang bersih dan kering.
Letakkan mangkuk di atas panci berisi air panas. Aduk sesekali hingga cokelat hampir seluruhnya meleleh.
Angkat mangkuk, kemudian aduk kembali hingga cokelat benar-benar halus dan mengilap.
Hindari masuknya percikan air atau uap yang mengembun ke dalam cokelat.
Sisihkan. Saat dicampurkan dengan sabayon nanti, suhu cokelat sebaiknya sekitar 40–45°C, masih hangat dan cukup cair. - Kocok krim hingga membentuk puncak lembut
Tuangkan whipping cream dingin ke dalam mangkuk yang telah didinginkan.
Kocok dengan kecepatan sedang hingga krim mengental dan membentuk soft peaks atau puncak lembut.
Saat pengocok diangkat, ujung krim akan melengkung dan terkulai perlahan. Teksturnya harus tetap halus dan lentur.
Jangan mengocok hingga terlalu kaku karena krim akan lebih sulit tercampur dengan adonan cokelat.
Simpan sebentar di dalam lemari es selama menyiapkan sabayon. - Campurkan telur, kuning telur, gula, dan air
Masukkan telur utuh, kuning telur, gula kastor, dan air ke dalam mangkuk tahan panas yang bersih.
Segera kocok hingga tercampur rata dan mulai berbusa.
Jangan membiarkan gula terlalu lama bersentuhan dengan kuning telur tanpa diaduk karena dapat membentuk gumpalan. - Masak sabayon di atas penangas air
Letakkan mangkuk berisi campuran telur di atas panci dengan air yang mendidih perlahan.
Kocok terus-menerus sambil menjangkau bagian dasar dan sisi mangkuk agar panas tersebar merata.
Lanjutkan hingga adonan menjadi lebih pucat, kental, dan mengembang. Proses ini biasanya memerlukan waktu sekitar 7–10 menit, tergantung panas dan peralatan yang digunakan.
Periksa suhu adonan menggunakan termometer. Ujung termometer harus berada di dalam adonan, tanpa menyentuh dasar mangkuk.
Masak hingga mencapai 74°C, kemudian segera angkat dari penangas air. Tetap kocok selama pemanasan agar telur tidak menggumpal. - Kocok sabayon setelah diangkat
Tambahkan ekstrak vanila.
Kocok menggunakan mikser tangan selama sekitar 3–5 menit, hingga sabayon tampak kental, mengilap, dan suhunya turun menjadi sekitar 35–40°C.
Untuk memeriksa konsistensinya, angkat pengocok. Adonan yang jatuh seharusnya membentuk jejak seperti pita di permukaan dan bertahan beberapa saat sebelum menyatu kembali.
Jangan membiarkan sabayon menjadi dingin sepenuhnya karena dapat membuat cokelat mengental terlalu cepat saat dicampurkan. - Campurkan sabayon dengan cokelat
Pastikan cokelat leleh masih cair dengan suhu sekitar 40–45°C. Jika sudah terlalu kental, hangatkan sebentar di atas penangas air.
Masukkan sekitar sepertiga bagian sabayon ke dalam cokelat. Aduk menggunakan pengocok kawat hingga halus. Penambahan pertama ini bertujuan untuk meringankan campuran cokelat.
Tambahkan sisa sabayon dalam dua tahap. Gunakan spatula untuk mengaduk dengan teknik aduk balik.
Gerakkan spatula dari tengah menuju dasar mangkuk, lalu angkat adonan ke atas sambil memutar mangkuk. Lakukan hingga tercampur rata. - Masukkan krim kocok
Pastikan suhu campuran cokelat sudah turun menjadi sekitar 32–35°C. Adonan harus masih lentur dan sedikit hangat.
Tambahkan sepertiga bagian krim kocok, lalu aduk balik perlahan untuk meringankan adonan.
Masukkan sisa krim dalam dua tahap. Aduk balik dengan lembut hingga warna mousse merata dan tidak terlihat garis-garis putih.
Jangkau bagian dasar mangkuk agar tidak ada campuran cokelat yang tertinggal.
Hentikan pengadukan segera setelah rata untuk mempertahankan udara di dalam mousse. - Bagi ke dalam gelas dan dinginkan
Segera tuangkan mousse ke dalam enam gelas dessert. Gunakan sendok atau piping bag agar hasilnya lebih rapi.
Tutup dan masukkan ke dalam lemari es selama minimal 6 jam, sebaiknya semalaman.
Setelah dingin, mousse akan memiliki struktur yang cukup kokoh untuk disendok, tetapi tetap lembut dan creamy. - Hias dan sajikan
Sesaat sebelum disajikan, tambahkan sedikit krim kocok dan serutan cokelat.
Tambahkan raspberry segar jika diinginkan.
Untuk tekstur yang sedikit lebih lembut, keluarkan mousse dari lemari es sekitar 5–10 menit sebelum disajikan.
Catatan Chef
- • Fungsi sabayon: Pengocokan telur dan gula di atas panas lembut menghasilkan busa kental yang membantu membentuk struktur mousse sekaligus memberikan tekstur halus.
• Tidak perlu menambahkan putih telur kocok: Resep ini telah disesuaikan tanpa putih telur mentah tambahan.
• Pilih cokelat berkualitas baik: Gunakan couverture atau cokelat hitam batangan yang mudah meleleh. Hindari chocolate chips yang dirancang untuk mempertahankan bentuknya saat dipanggang.
• Perhatikan suhu: Cokelat yang terlalu dingin dapat membentuk bintik atau serpihan kecil ketika dicampurkan. Campuran cokelat yang terlalu panas dapat membuat krim kocok kehilangan volumenya.
• Jangan terpaku pada jumlah adukan: Aduk balik hingga campuran benar-benar rata, kemudian berhenti.
• Gunakan krim yang sesuai: Pilih whipping cream cair dengan lemak 35–40% agar dapat mengembang dan membantu mousse membentuk struktur.
• Catatan adaptasi: Takaran dan metode ini merupakan pengembangan dari resep awal dan belum diuji langsung di dapur. - Penyimpanan
Simpan mousse dalam keadaan tertutup di lemari es pada suhu 4°C atau lebih rendah. Nikmati dalam 2–3 hari untuk kualitas terbaik.
Tambahkan krim kocok, serutan cokelat, dan buah sesaat sebelum disajikan.
From My Kitchen to Yours — Sandra Djohan