Siomay Ayam dan Ikan Tenggiri dengan Saus Kacang Pedas

Siomay ayam merupakan salah satu jajanan khas Indonesia yang digemari karena teksturnya yang lembut, kenyal, dan gurih.
Siomay ayam merupakan salah satu jajanan khas Indonesia yang digemari karena teksturnya yang lembut, kenyal, dan gurih. Resep ini memadukan daging paha ayam dan ikan tenggiri dengan labu siam parut untuk menghasilkan siomay yang lembap dan tidak mudah kering.
 
Disajikan bersama saus kacang yang kaya rasa, perpaduan kacang tanah, bawang, cabai, gula merah, asam jawa, dan daun jeruk menghasilkan cita rasa gurih, manis, pedas, serta sedikit asam yang seimbang.

Siomay Ayam dan Ikan Tenggiri dengan Saus Kacang Pedas

Recipe by Sandra Djohan
0.0 from 0 votes
Course: AppetizerCuisine: IndonesianDifficulty: Moderate
Servings

30

servings
Prep time

35

minutes
Cooking time

40

minutes
Calories

460

kcal
Cook Mode

Keep the screen of your device on

Ingredients

  • A. Adonan siomay ayam dan ikan
  • 250 g daging paha ayam tanpa tulang dan kulit

  • 300 g ikan tenggiri, tanpa kulit dan duri

  • 90 g labu siam parut, setelah diperas

  • 2 sdt garam

  • 2 sdm gula pasir

  • 2 sdt kaldu bubuk atau MSG, sesuai selera

  • ½ sdt merica putih bubuk

  • 1 butir putih telur

  • 2 sdm kecap ikan

  • 1 sdm bawang putih halus

  • 3 batang daun bawang, iris tipis

  • 3 sdm minyak goreng

  • 100–150 ml air es atau es batu

  • 220 g tepung tapioka

  • 40 g tepung terigu protein sedang

  • B. Saus kacang pedas
  • 100 g kacang tanah goreng

  • 5 siung bawang putih

  • 7 siung bawang merah

  • 10 buah cabai merah keriting

  • 3 butir kemiri

  • 2 buah cabai rawit, atau sesuai selera

  • 80 ml minyak goreng

  • 80 g gula merah, sisir halus

  • 3 sdm air asam jawa

  • 3 lembar daun jeruk, sobek sedikit agar aromanya keluar

  • 550 ml air

  • 3 sdm saus sambal

  • 1 sdm tepung beras

  • 1 sdt garam, atau sesuai selera

  • C. Pelengkap
  • Jeruk limau, belah dua

  • Cabai rawit atau bawang goreng, jika suka

Directions

  • Bagian 1: Menyiapkan bahan adonan

    1. Parut dan peras labu siam.

    Kupas labu siam, kemudian parut halus. Masukkan ke dalam kain bersih atau saringan halus, lalu peras hingga sebagian besar airnya keluar.

    Timbang sebanyak 90 g setelah diperas. Langkah ini penting agar adonan tidak terlalu basah, mudah dibentuk, dan menghasilkan siomay dengan tekstur yang lebih padat tetapi tetap lembut.

    2. Tumis daun bawang.

    Iris tipis daun bawang. Panaskan 3 sendok makan minyak goreng dalam wajan kecil dengan api sedang-kecil.

    Masukkan daun bawang dan tumis selama sekitar 30–60 detik hingga harum dan sedikit layu. Jangan sampai terlalu kecokelatan agar warna dan aroma segarnya tetap terjaga.

    Angkat dan sisihkan bersama minyaknya. Biarkan agak dingin sebelum dicampurkan ke dalam adonan.
  • Bagian 2: Membuat adonan siomay

    3. Haluskan setengah bagian ayam.

    Potong daging paha ayam menjadi bagian kecil agar lebih mudah diproses. Masukkan setengah bagian ayam ke dalam food processor bersama bawang putih halus, garam, gula pasir, kaldu bubuk atau MSG, dan merica putih.

    Proses hingga ayam halus, lengket, dan menyatu. Penghalusan awal ini membantu membentuk struktur protein yang akan mengikat bahan-bahan lainnya sehingga siomay memiliki tekstur kenyal dan tidak mudah hancur.

    4. Masukkan sisa ayam dan bahan lainnya.

    Tambahkan sisa ayam, ikan tenggiri, putih telur, kecap ikan, dan sebagian air es atau es batu.

    Proses kembali hingga halus dan tercampur rata. Jika diperlukan, hentikan food processor sesekali untuk mengeruk bagian sisi wadah agar semua bahan tercampur merata.

    Tambahkan sisa air es sedikit demi sedikit. Tidak perlu menggunakan seluruh air apabila adonan sudah cukup lembap.

    Menjaga adonan tetap dingin membantu mempertahankan tekstur protein ayam dan ikan, sekaligus mencegah adonan menjadi terlalu lembek atau berminyak.

    5. Campurkan labu siam, daun bawang, dan tepung.

    Pindahkan adonan ke dalam mangkuk besar. Masukkan labu siam yang telah diperas, daun bawang beserta minyak tumisnya, tepung terigu, dan tepung tapioka.

    Aduk menggunakan spatula hingga semua bahan tercampur rata. Pastikan tidak ada gumpalan tepung yang tersisa.

    Adonan yang baik harus terasa lengket, lembap, dan cukup kokoh untuk disendok tanpa langsung melebar. Jika terlalu lembek, simpan di dalam lemari es selama 15–20 menit sebelum dibentuk.
  • Bagian 3: Membentuk dan mengukus siomay

    6. Siapkan kukusan.

    Isi kukusan dengan air secukupnya, lalu panaskan hingga air mendidih dan menghasilkan uap yang stabil.

    Olesi permukaan loyang atau alas kukusan dengan sedikit minyak agar siomay tidak lengket. Jika menggunakan kertas roti, pilih yang berlubang agar uap dapat bersirkulasi dengan baik.

    7. Bentuk siomay.

    Ambil adonan menggunakan dua buah sendok, lalu bentuk menjadi bulatan atau oval. Usahakan setiap buah memiliki berat sekitar 30–35 g agar ukurannya seragam dan matang secara merata.

    Susun siomay di dalam kukusan dengan sedikit jarak di antara setiap buah.

    Rapikan sisi dan permukaan siomay menggunakan sendok yang diolesi sedikit minyak atau garpu. Bentuk permukaannya sesuai selera tanpa menekan adonan terlalu kuat.

    8. Kukus hingga matang.

    Tutup kukusan dan kukus siomay dengan api sedang selama kurang lebih 20 menit, tergantung ukuran masing-masing buah.
    Hindari terlalu sering membuka tutup kukusan karena dapat mengganggu kestabilan suhu dan uap.

    Siomay yang matang akan terasa kokoh tetapi tetap lembut saat disentuh. Untuk memastikan keamanan pangan, suhu bagian tengah siomay harus mencapai 74°C. Tambahkan waktu pengukusan apabila ukuran siomay lebih besar atau bagian tengahnya belum matang.

    Angkat dan sisihkan dalam keadaan hangat sambil menyiapkan saus kacang.
  • Bagian 4: Membuat saus kacang

    9. Siapkan bumbu saus kacang.

    Kupas bawang putih dan bawang merah, kemudian potong kasar. Memarkan kemiri agar lebih mudah matang dan mengeluarkan aromanya.

    Iris cabai merah keriting dan cabai rawit. Jika ingin saus yang tidak terlalu pedas, kurangi jumlah cabai rawit atau buang sebagian bijinya.

    10. Tumis bumbu hingga harum.

    Panaskan 80 ml minyak goreng dalam wajan dengan api sedang.

    Masukkan bawang merah, bawang putih, dan kemiri. Tumis selama 2–3 menit hingga harum dan layu. Aduk secara berkala agar bumbu matang merata dan tidak gosong.

    Tambahkan cabai merah keriting dan cabai rawit. Tumis kembali sekitar 2 menit hingga cabai melunak.

    Jangan membiarkan bawang putih terlalu cokelat karena dapat membuat saus terasa pahit.

    11. Haluskan bumbu bersama kacang tanah.

    Angkat bumbu tumis dan biarkan sedikit dingin. Masukkan ke dalam blender bersama kacang tanah goreng dan sedikit air dari takaran 550 ml.

    Blender hingga halus. Jika menginginkan saus kacang dengan tekstur lebih kasar dan tradisional, proses sebentar saja agar masih terdapat sedikit butiran kacang.

    Tambahkan air sedikit demi sedikit agar blender bekerja dengan baik dan bumbu mudah halus.

    12. Masak saus bersama gula merah dan bumbu lainnya.

    Tuangkan kembali campuran kacang ke dalam panci. Tambahkan daun jeruk dan gula merah yang telah disisir.

    Masukkan sisa air, air asam jawa, saus sambal, dan garam. Aduk hingga rata, lalu didihkan dengan api sedang.

    Setelah mendidih, kecilkan api dan masak perlahan selama 10–15 menit. Aduk secara berkala agar kacang tidak mengendap dan menempel di dasar panci.

    Proses memasak ini membantu menyatukan rasa kacang, gula merah, cabai, dan asam jawa sehingga saus terasa lebih kaya dan seimbang.

    Cicipi saus, kemudian sesuaikan rasa manis, asin, asam, dan pedas sesuai selera.

    13. Kentalkan saus dengan tepung beras.

    Larutkan 1 sendok makan tepung beras dengan 2–3 sendok makan air dingin dalam mangkuk kecil. Aduk hingga tidak ada gumpalan.

    Tuangkan larutan tepung secara perlahan ke dalam saus yang sedang mendidih kecil sambil terus diaduk.

    Masak kembali selama 2–3 menit hingga saus mengental dan dapat melapisi bagian belakang sendok. Jika terlalu kental, tambahkan sedikit air panas. Jika masih terlalu encer, masak beberapa menit lebih lama.

    Angkat dari api. Daun jeruk dapat dibuang sebelum saus disajikan.
  • Bagian 5: Penyajian
    14. Sajikan siomay dengan saus kacang.

    Susun siomay yang masih hangat di atas piring saji. Siram dengan saus kacang secukupnya hingga seluruh permukaan siomay terlapisi dan sebagian saus mengalir ke dasar piring.

    Tambahkan perasan jeruk limau sesaat sebelum disajikan untuk memberikan aroma segar dan menyeimbangkan rasa gurih serta manis dari saus kacang.

    Untuk hidangan yang lebih lengkap, siomay dapat disajikan bersama kentang kukus, kol, telur rebus, atau pare. Sediakan tambahan saus sambal bagi yang menyukai rasa lebih pedas.

Notes

  • Catatan dapur Sandra

    •   Jaga adonan tetap dingin. Ayam, ikan, dan air es yang dingin membantu menghasilkan tekstur siomay yang lebih kenyal dan menyatu.
    •   Peras labu siam dengan baik. Kelebihan air dapat membuat adonan terlalu lembek dan sulit dibentuk.
    •   Perhatikan jumlah air es. Tambahkan bertahap karena kadar air ayam, ikan, dan labu siam dapat berbeda.
    •   Lakukan uji rasa. Kukus satu sendok kecil adonan terlebih dahulu untuk memeriksa rasa dan teksturnya sebelum membentuk seluruh adonan.
    •   Jangan terburu-buru memasak saus. Saus kacang yang dimasak perlahan memiliki rasa lebih menyatu dan aroma kacang yang lebih kaya.
    •   Sesuaikan tingkat kepedasan. Jumlah cabai rawit dapat dikurangi atau ditambah tanpa mengubah metode pembuatan saus.
  • Penyimpanan dan pemanasan kembali

    •   Penyimpanan di lemari es: Simpan siomay matang dan saus kacang secara terpisah dalam wadah tertutup hingga 3 hari.
    •   Penyimpanan di freezer: Dinginkan siomay matang, susun terpisah terlebih dahulu, kemudian pindahkan ke wadah khusus freezer. Untuk kualitas terbaik, gunakan dalam 1–2 bulan.
    •   Pemanasan kembali: Kukus siomay dingin atau beku hingga panas merata sampai ke bagian tengah.
    •   Saus kacang: Panaskan kembali dengan api kecil sambil diaduk. Tambahkan sedikit air jika saus terlalu kental.

    From My Kitchen to Yours — Sandra Djohan
0.0 from 0 votes

Like this recipe? Share it with friends!

Chef Sandra Djohan

Sandra Djohan

I'm sandra Djohan, a chef, food lover, creator, and someone who believes that foof is much more than simply something we eat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chef Sandra Djohan

Welcome To

I'm sandra Djohan, a chef, food lover, creator, and someone who believes that food is much more than simply something we eat

Popular Recipes